Salam sehat, Para Sahabat Sehat, ibu-bapak anak-anak Indonesia yang sehat, Semoga kutipan berikut ini bisa menjadi bahan diskusi keluarga di akhir pekan ya. Setidaknya diskusi cerdas bermanfaat antara suami dan istri, syukur-syukur kalau melibatkan juga kakek-nenek atau opa-omanya si kecil. Terima kasih dan banyak salam:WH
============ ========= ========= ========= =
MINUM SUSU TERLALU BANYAK MENYEBABKAN OSTEOPOROSIS
SATU miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiiring dengan bertambahnya usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun, ini adalah sebuah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak sebenarnya MENYEBABKAN osteoporosis. Pada umumnya, dipercaya bahwa kalsium dalam susu lebih mudah diserap daripada kalsium dari makanan2 lain seperti ikan kecil, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar. Kadar KALSIUM DALAM DARAH manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah Anda tiba2 meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkn terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba2 meningkat, tubuh berusaha mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dengan kata lain, jika Anda mencoba untuk minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar –Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia– di negara yang banyak sekali mengonsumsi susu setiap harinya, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis. Sebaliknya, ikan2 kecil dan rumput laut, yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang dan pada awalnya dianggap rendah kalsium, mengandung kalsium yang tidak terlalu cepat diserap yang meningkatkan jumlah konsentrasi kalsium dalam darah. Terlebih lagi, hampir tidak ada kasus osteoporosis di Jepang selama masa rakyat Jepang tidak minum susu. Bahkan, sekarang, Anda tidak mendengar banyak orang menderita osteoporosis dari mereka yang tidak minum susu setiap harinya. Tubuh dapat menyerap kalsium dan mineral yang diperlukan melalui pencernaan udang kecil, ikan, dan rumput laut.
FAKTA TENTANG SUSU
• Tidak ada makanan lain yang sulit dicerna daripada susu.• Kasein, yang membentuk kira2 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna.
• Komponen susu yang dijual di toko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas.
• Susu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim2 yang berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi.
• Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan flora bakteri dalam usus.
• Jika wanita hamil minum susu, anak2 mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitik atopik.
• Minum susu terlalu banyak sebenarnya MENYEBABKAN osteoporosis.
Dikutip sesuai aslinya dari buku Hiromi Shinya, M.D. "The Miracle of Enzyme – Self-Healing Program: Meningkatkan Daya Tahan, Memicu Regenerasi Sel" (terjemahan) , halaman 99-102, terbitan Qanita/Mizan.
Artikel tsb lebih ditujukan pada orang dewasa dan balita usia prasekolah (setelah usia 2 tahun). Kenapa? Karena setelah usia 2 tahun, tubuh kita tidak lagi memiliki enzim laktase yang bisa membantu mencerna susu. Akibatnya, nutrisi susu yang masuk ke dalam tubuh kita menjadi kurang bermanfaat, karena tidak tercerna. Seberapa banyak minum susu bagi balita 20 bulan agar memberikan manfaat optimal? Kalau dibilang harus dengan takaran sekian gelas atau ml, agak sulit; karena bergantung pada kecukupan kalori dan nutrisi makanan yang kita berikan. Jika selama ini tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) anak kita sesuai dengan standar TB dan BB menurut umur, ya itulah takaran minum susu yang baik. Yang terpenting, jangan andalkan susu sebagai superior food. Sama seperti bahan makanan lainnya, susu juga memiliki keunggulan dan keterbatasan. Keju alami (natural cheese) sudah mengalami fermentasi oleh bakteri, sehingga kandungan pati-protein- lemaknya sudah terurai dan menjadi lebih mudah diserap tubuh. Karena itu, (setahu saya) tidak ada kasus diare setelah makan keju, sebagaimana sering terjadi pada banyak orang setelah minum susu (terutama jika kebanyakan). Namun masalahnya, keju industri/komersial biasanya terlalu banyak dibubuhi garam (sebagai pengawet) dan bahkan food additives sintetis. WH
SUSU SAPI PADA DASARNYA MEMANG UNTUK ANAK SAPI
NUTRISI yang terdapat dalam susu cocok untuk anak sapi yang tengah berkembang. Yang penting bagi pertumbuhan anak sapi belum tentu berguna bagi manusia. Terlebih lagi, dalam dunia alami, hewan yang minum susu hanyalah bayi yang baru lahir. Tidak ada mamalia yang minum susu setelah dewasa (kecuali Homo sapiens). Inilah cara kerja alam. Hanya manusia yang dengan sengaja memngambil susu dari spesies lain, mengoksidasi, dan meminumnya. Ini bertentangan dengan hukum alam. Di Jepang dan Amerika Serikat, anak2 didorong untuk minum susu saat makan siang di sekolah karena susu yang kaya nutrisi dianggap baik untuk anak2 yang tengah tumbuh. Namun, siapa pun yang menganggap bahwa susu sapi dan air susu ibu manusia adalah sama, tentunya sangat salah. Jika Anda mendata berbagai nutrisi yang ditemukan baik dalam susu sapi maupun ASI, keduanya memang sangat serupa. Nutrisi seperti protein, lemak, laktosa, zat besi, kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan vitamin, ditemukan dalam keduanya. Namun, kualitas dan jumlah nutrisi ini sangat berbeda. Komponen utama yang ditemukan dalam susu sapi disebut KASEIN. Saya pernah menyinggung fakta bahwa protein ini sangat sulit dicerna dalam sistem pencernaan manusia. Sebagai tambahan, susu sapi juga mengandung bahan antioksidan LAKTOFERIN, yang memperkuat fungsi kekebalan tubuh. Namun, laktoferin yang terdapat dalam ASI adalah 0,15 % sementara yang terdapat dalam susu sapi hanya 0,01 %. Tampaknya, bayi2 yang baru lahir dari spesies yang berbeda membutuhkan jumlah dan rasio nutrisi yang berbeda pula. Dan bagaimana dengan orang dewasa? LAKTOFERIN menjadi contohnya. Laktoferin dalam susu sapi terurai dalam asam lambung. Bahkan jika Anda meminum susu segar yang belum diproses menggunakan suhu tinggi, laktoferin di dalamnya akan terurai dalam lambung. Begitu pula halnya dengan laktoferin yang terdapat dalam ASI. Seorang bayi manusia yang baru lahir dapat menyerap laktoferin dari ASI dengan baik karena lambungnya masih belum berkembang sempurna, dan karena sekresi asam lambungnya hanya sedikit, laktoferin pun tidak terurai. Dengan kata lain, ASI manusia memang tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi oleh manusia dewasa. Susu sapi, walaupun sebagai susu segar yang masih mentah, bukanlah makanan yang cocok bagi manusia. Kita mengubah susu segar, yang pada dasarnya memang tidak baik bagi kita, menjadi makanan buruk dengan cara homogenisasi dan pasteurisasi pada suhu tinggi. Kemudian, kita memaksa anak2 kita untuk meminumnya. Satu masalah lain adalah orang2 dari kebanyakan kelompok etnis tidak memiliki cukup banyak ENZIM LAKTASE untuk menguraikan laktosa. Kebanyakan orang memiliki cukup banyak enzim ini pada saat masih bayi, tetapi kemudian berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Pada saat orang2 ini minum susu, mereka mengalami berbagai gejala seperti perut bergemuruh atau diare, yang merupakan hasil ketidakmampuan tubuh mereka mencerna laktosa. Orang-orang yang benar-benar tidak memiliki laktase atau jumlah enzimnya benar-benar rendah disebut tidak tahan laktosa (WH: lactose intolerance) . Hanya sedikit orang yang benar-benar tidak tahan laktosa, tetapi sekitar 90 % dari bangsa Asia; 75 % dari bangsa Hispanik, Indian, Amerika, dan kulit hitam Amerika; begitu pula 60 % orang dari berbagai kebudayaan di Mediterania dan 15 % masyarakat keturunan Eropa utara tidak memiliki cukup banyak enzim ini. LAKTOSA adalah zat gula yang hanya terdapat dalam susu mamalia. Susu hanya diminum oleh bayi2 yang baru lahir. Walaupun banyak orang dewasa yang kekurangan laktase, pada saat baru dilahirkan, semua bayi yang sehat memiliki cukup banyak enzim tersebut untuk kebutuhan mereka. Terlebih lagi, kadar laktosa dalam ASI adalah sekitar 7 %, sementara dalam susu sapi hanya 4,5 %. Oleh karena manusia pada saat bayi mampu minum ASI yang kaya akan laktosa tetapi berakhir dengan menghilangnya enzim tersebut setelah dewasa, saya yakin inilah cara alam untuk mengatakan bahwa susu bukan untuk diminum oleh manusia dewasa. Jika memang sangat menyukai rasa susu, saya sangat menyarankan Anda membatasi seringnya mengonsumsi susu, berusaha untuk minum susu yang tidak dihomogenasi, dan dipasteurisasi pada suhu rendah. Anak2 dan orang dewasa yang tidak menyukai susu tidak boleh dipaksa untuk meminumnya. Singkatnya, minum susu tidak bermanfaat baik bagi tubuh. ***Dikutip sesuai aslinya dari buku "THE MIRACLE OF ENZYME: Self-Healing Program – Meningkatkan Daya Tahan Tubuh – Memicu Regenerasi Sel" oleh Hiromi Shinya, M.D. (terjemahan) , hal. 131-134, diterbitkan oleh Qanita/Mizan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar